Hubungan Indeks Massa Tubuh, Kualitas Tidur, dan Tekanan Darah dengan Tingkat Stres Karyawan Pabrik P.T Primastra Sandang Lestari Bandung Tahun 2022

Authors

  • Septian Nur Pratama Putra Medical Science, Universitas Islam Bandung Author
  • Herry Garna Medical Science, Universitas Islam Bandung Author
  • Mohammad Rizki Akbar Medical Science, Universitas Islam Bandung Author

Keywords:

Blood Pressure, Body Mass Index, Stress, Sleep Quality, Tekanan Darah, Indeks Massa Tubuh, Stres, Kualitas Tidur

Abstract

Abstract. Stress can reduce work productivity which can reduce company performance so it is necessary to do research on the relationship between body mass index (BMI), sleep quality, and blood pressure with stress. The aim of this study is to determine the relationship between body mass index, sleep quality, and blood pressure with the stress incidence of textile workers at PT Primastra Sandang Lestari Bandung in 2022. This research is an observational analytic study with a cross-sectional approach. The subjects of this study are 110 people who were randomly selected. The independent variables is BMI, sleep quality, and blood pressure, while the dependent variable is the occurrence of stress on workers. Data analysis used logistic regression hypothesis test and gamma correlation test. The results in this study were BMI (p = 0.081; r = 0.188), blood pressure (p = 0.276; r = 0.058), and sleep quality (p = 0.001; r = 0.639). As a result, there is no significant relationship and there is no correlation between BMI and blood pressure with stress. There is a significant relationship and a strong correlation between sleep quality and stress. Poor sleep quality can cause fatigue in the skeletal muscles, lack of concentration at work, and disruption of hormone balance so that the risk of stress. Stressful events are not influenced by one factor, but there are multifactorial factors such as workload, occupational hazards, socioeconomic problems, environmental influences, individual physical health, drug consumption, perspective on ego distortion, and individual coping strategies in dealing with problems. In conclusion, there is no significant relationship and no correlation between BMI and blood pressure with stress. There is a significant relationship and a strong correlation between sleep quality and stress.

Abstrak. Pekerja pabrik sangat rawan untuk mengalami stres. Faktor risiko stres berkaitan erat dengan kondisi kesehatan fisik seseorang. Stres dapat menurunkan produktivitas bekerja yang dapat menurunkan performa perusahaan sehingga perlu dilakukan penelitian tentang hubungan indeks massa tubuh (IMT), kualitas tidur, dan tekanan darah dengan kejadian stres. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan indeks massa tubuh, kualitas tidur, dan tekanan darah dengan kejadian stres pekerja tekstil P.T Primastra Sandang Lestari Bandung tahun 2022. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian ini sebanyak 110 orang yang dipilih secara acak. Variabel bebas, yaitu IMT, kualitas tidur, dan tekanan darah, sedangkan variabel terikat, yaitu kejadian stres pada pekerja. Data bersifat primer diambil menggunakan kuesioner DASS-42 (tingkat stres), kuesioner PSQI (kualitas tidur), antropometri (IMT), dan pengukuran tekanan darah menggunakan spingmomanometer. Analisis data menggunakan uji hipotesis regresi logistik dan uji korelasi gama. Hasil pada penelitian ini, yaitu IMT (p = 0,081; r = 0,188), tekanan darah (p = 0,276; r = 0,058), dan kualitas tidur (p = 0,001; r = 0,639). Hasilnya, tidak terdapat hubungan signifikan serta tidak terdapat korelasi IMT dan tekanan darah dengan stres. Terdapat hubungan signifikan serta korelasi kuat antara kualitas tidur dan stres. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan kelelahan pada otot skeletal, kurang konsentrasi bekerja, dan gangguan keseimbangan hormon sehingga berisiko stres. Kejadian stres tidak dipengaruhi oleh satu faktor, namun terdapat multifaktorial seperti beban pekerjaan, hazard di pekerjaan, masalah sosioekonomi, pengaruh lingkungan, kesehatan fisik individu, konsumsi obat, perspektif terhadap distorsi ego, dan coping strategy individu dalam menghadapi masalah. Simpulan, tidak terdapat hubungan signifikan serta tidak terdapat korelasi IMT dan tekanan darah dengan stres. Terdapat hubungan signifikan serta korelasi kuat antara kualitas tidur dan stres.

References

Labour Force Survey. Work related stress, anxiety, and depression statistic in great britain. HSE. 2014. [diunduh 30 Januari 2022]. Tersedia dari: http://www.hse.gov.uk.

Kementerian Kesehatan RI. Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2013. Jakarta: Kemenkes RI; 2013.

Jum'ati N, Wuswa H. Stres kerja (occupational stres) yang memengaruhi kinerja individu pada Dinas Kesehatan Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P-PL) di Kabupaten Bangkalan. J. Neo Bis. 2013;7(2):1–17.

Agwu M, Tiemo JA. Problems and prospect of stress management in the nigeria liquefield natural gas construction project bonny. J Emer Trens Eco Mana Sci. 2012;3(3):266–71.

Azad MC, Fracer K, Rumana N, Abdullah AF, Shahana N, Hanly PJ, dkk. Sleep disturbances among medical students a global perspective. J Clin Slep Med. 215;11(1):69–74.

Ramdhan KR, Padmantyo S. Hubungan gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap stres kerja karyawan pada industri tekstil. University Research Colloqium. 2022;15(1):592–12.

Awalia MJ, Medyanti M, Giay Z. Hubungan usia dan jenis kelamin dengan stres kerja pada perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kwaingga Kabupaten Keerom. JISIP. 2021;5(2):477–83.

Rustono, Hermawan. Hubungan stres kerja dengan kejadian hipertensi pada pekerja pabrik di Puskesmas Kaliwungu. JIKEP. 2018;9(2):1–7.

Ramdani HT, Rilla EV, Yuningsih W. Hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada penderita hipertensi. JKA. 2019;4(2):37–45.

Ardian I, Haiya NN, Sari TU. Signifikansi tingkat stres dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Semarang: Unissula Press; 2020.

Nopa I, Nasution YA, Nuralita NS, Sari MT, Siregar PP. Hubungan antara tingkat stres dan indeks massa tubuh pada perawat. JIKK. 2022;5(2):77–81.

Masdar H, Saputri PA, Rosdiana D, Chadra F, Darmawi. Depresi, ansietas, dan stres serta hubungannya dengan obesitas pada remaja. JGKI. 2019;12(4):138–43.

Susanti E, Kusuma FHD, Rosdiana Y. Hubungan tingkat stres kerja dengan kualitas tidur pada perawat di Puskesmas Dau Malang. Nurs News. 2020;2(3):164–73.

Dimkatni NW, Sumampouw OJ, Manampiring AE. Apakah beban kerja, stres kerja dan kualitas tidur mempengaruhi kelelahan kerja pada perawat di rumah sakit. Sam Ratulangi J Pub Health. 2020;1(1):9–14.

Habibi J, Jefri. Analisis faktor risiko stres kerja pada pekerja di Unit Produksi PT. Borneo Melintang Buana Export. JNPH. 2018;6(2):50–9.

Fitriani N, Nilamsari N. Faktor yang berhubungan dengan tekanan darah pada pekerja shift dan pekerja non-shift di PT. X. JIHOH. 2019;2(1):58–75.

Kartika M, Subakir, Mirsiyanto R. Faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh tahun 2020. JKMJ. 2021;5(1):1–9.

Artiyaningrum B, Azam M. Faktor berhubungan dengan kejadian hipertensi pada penderita yang melakukan pemeriksaan rutin. PHPJ. 2019;1(1):12–20.

Karomah D, Widayanti, Rahmawaty I. Hubungan tingkat stres dengan indeks massa tubuh pada teller PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018. Prosiding Pendidikan Dokter. 2019;5(1):255–65.

Hatmanti NM, Septianingrum Y. Faktor yang mempengaruhi stres akademik mahasiswa keperawatan. JIKEP. 2019;5(1):23–32.

Bloomfield MAP, McCutcheon RA, Kempton M. The effects of psychosocial stress on dopaminergic function and the acute stress response. E Life. 2019;8(2):1–22.

Aryadi IPH, Yusari IA, Dhyani IAD, Kusmandana IPE, Sudira PG. Korelasi kualitas tidur terhadap tingkat depresi, cemas, dan stres mahasiswa kedokteran Udayana. J Berkala Neurolog Bali. 2018;1(1):10–9.

Downloads

Published

2023-09-10